Gelombang Cinta


Seminggu, sebulan, setahun waktu berlalu tanpa terasa dalam pernikahan kami, belum jua ada tanda tanda  akan kehadiran buah hati dan cinta saya dan suami, namun tidaklah jadi pikiran kami berdua, kami  menikmati masa pacaran setelah menikah hehe, sebab kami menikah dalam 25 hari.  dari diperkenalkan hingga menuju hari akad nikah. Sangat singkat. Maka manis dan indahnya pacaran setelah menikah benar benar terasa. Kemana mana berdua, kondangan bergandengan, ke rumah ortu dan mertua boncengan, bahkan ke pasar beriringan berdua, suami sangat perhatian dan begitu romantis.

 Tahun kedua keluarga dari pihak suami mulai banyak bertanya perihal momongan, mengapa belum? Ayo berobat? Dll,  meski kami pasrah kepada Allah SWT, dengan ikhtiar secara alami, namun kami terima semua nasehat mereka, mengikuti nasihat yang baik yang tidak melanggar syariat. Maka mulai saat itu saya terbiasa minum segala obat herbal baik yang manis, asam maupun sangat pahit sekalipun.  hingga tahun ke 5,6,7 belum juga tanda tanda itu terlihat, saya salut dengan suami yang setiap bulan rajin menghitung masa subur saya, membesarkan hati saya, berobat sama sama tanpa menyalahkan saya, semua herbal dan medis telah banyak kami lakukan. Hingga tahun ke 8 vonis dokter mengatakan agar saya melakukan bayi tabung. secara normal kami sulit mendapatkan momongan berdasarkan rekam medis terhadap diri saya. Namun saya dan suami tetap optimis, bila doa dipanjatkan Allah pasti akan kabulkan dan berikan anak yang terbaik, pada waktu yang tepat.

 Saya  menghentikan semua pengobatan herbal dan pengobatan medis. Karena lelah fisik dan jiwa. Kemudian saya membiayai beberapa anak yatim, saat itulah saya menyadari bahwa saya punya harapan, ya anak anak ini, tidak mesti punya anak kandung, pikir saya, saya tetap bisa didoakan oleh mereka. Sungguh bahagia hati saya, saya sangat bersemangat dalam bekerja, karena tau uang itu nanti untuk mereka. Selama ini saya tidak bersemangat karena berfikir untuk apa saya susah susah ngumpulin harta? Buat siapa? Anak belum ada? Sungguh kerdil pikiran saya saat itu. Maka saya memperbaiki mindset saya tentang anak. Sayapun telah dapat menerima keadaan dengan lapang hati, bahkan saya sudah rela berbagi suami bila suami ingin menikah lagi, dan bahkan saya sudah rela bila suami ingin berpisah dengan saya. Sungguh saya menikmati kepasrahan yang sesungguhnya. Tahun ke delapan rencana Allah SWT berlaku pada kami yang tidak berputus asa atas Rahmat Nya. Semua Allah mudahkan ikhtiar kami, kembali ke medis namun di Jakarta. hingga kemudian saya dinyatakan hamil anak pertama. Dan tahun ini anak kami telah berumur tiga tahun. Ya Allah ampunilah hamba mu yg lemah dan banyak dosa ini. Kurang bersyukur dan banyak mengeluh. Sementara engkau sangat dekat, senang bila hamba memohon dan menangis saat berdoa.



Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan

“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal”

Salam literasi


Subscribe to receive free email updates:

22 Responses to "Gelombang Cinta"

  1. Alhamdulillah, barakallah mg sllu dimdhkn segala urusan..🤲😍

    BalasHapus
  2. Subhanallah
    Terharu saya membacanya.
    Kesabaran dan kekompakan dalam membuat rumah Tangga. Membuat semua cobaan dan ujian menjadi sebuah pendewasaan diri.

    Selamat atas kehamilan anak pertamanya Bu

    Terimakasih sudah berbagi

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah,,semoga selalu bahagia

    BalasHapus
  4. Keren... tulisannya semoga kita jadi orang yg paling bahagia, Aamiin

    BalasHapus
  5. Saya merasakan bagaimana rasanya merindukan momongan walaupun hanya dua tahun

    BalasHapus
  6. Subhanallah, rindu momongan

    BalasHapus
  7. Cerita yang inspiratif, Mak Butet. Ka mana wae nih?

    BalasHapus
  8. Ikut berbahagia ya bu, selamat.

    BalasHapus